Sidoarjo, paradigmanasional.id – Sabtu, 11 November 2023. Hari Pahlawan Nasional merujuk pada peristiwa bersejarah dalam perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan pejuang bangsa yang rela berkorban demi kemerdekaan dari penjajah.
Berdasarkan surat yang diterbitkan oleh Menteri Sosial Nomor: S-697/MS/PB.06.00/10/2023, berikut ini adalah latar belakang penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.
Pada tanggal 10 November 1945, terjadi pertempuran besar di Surabaya antara tentara Indonesia dengan pasukan Inggris. Pertempuran ini merupakan konflik utama antara tentara Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan menjadi salah satu pertempuran paling bersejarah dan berat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Pertempuran ini menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
Salah satunya pendidikan karakter mengenai nasionalisme diterapkan oleh sekolah Madrasah Ibtidaiyah Darul Mutta’allimin dan TK Muslimat Tawangsari dengan mengadakan pawai perjuangan diikuti oleh seluruh siswa MI dan TK beserta para Guru pengajar. Sabtu, 11 November 2023.
Selanjutnya kegiatan pawai ini start dari gedung MI Darul Mutta’allimin, pawai tersebut berangkat pukul 07.30 WIB dan dilepas langsung oleh kepala sekolah MI Damin Mohammad Anas S.Pd.
Pak Anas (red) mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk memupuk jiwa nasionalisme sejak dini, dalam sambutanya selaku kepala sekolah pak Anas menyampaikan , “kita lakukan ini sebagai bentuk pendidikan karakter cinta tanah air dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan laga dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.” ungkapnya.
“Selain itu kegiatan ini merupakan satu paket dalam penerapan kurikulum merdeka yang mana melibatkan siswa, guru dan wali murid, dan Alhamdulillah walimurid mendukung penuh kegiatan tersebut yang semula agak ragu dengan kurikulum merdeka,” imbuhnya.
Setelah acara pawai perjuangan berakhir pukul 08.50 yang diikuti seluruh siswa dan guru dengan berbagai baju adat daerah.
Mochamand Anas S.Pd. membuka pameran karya siswa, pagelaran seni dan bazar makanan khas Indonesia, yang merupakan implementasi dari kurikulum merdeka yaitu Proyek Penguatan Profile Pelajar Pancasila (P5) dan Profile Pelajar Rohmatan Lil Al-Amin (PPRA).
Tepat pukul 09.10 WIB proses pengguntingan pita telah dilaksanakan, menandakan dibukanya acara tersebut.
DARI pantauan awak media paradigmanasional.id, pameran karya seni tersebut di isi dengan berbagai jenis kerajinan tangan yang diikuti oleh siswa.
Menu makanan khas Indonesia menjadi andalan dalam event bazar , dan pramusajinya adalah para siswa masing masing yang mewakili. Tak ketinggalan tarian daerah dan mainan tradisional juga menjadi pelengkap kegiatan tersebut.
Jurnalis – Mukhlis








