Malang, paradigmanasional.id – Jumat, 02 november 2023, SMK Frateran Malang resmi membuka kegiatan Open House yang dihadiri oleh berbagai sekolah, khususnya sekolah mitra seperti SMPK Frateran, Sang Timur, Mardiwiyata, dan SMPK Marsudisiwi.
Berbagai seni pertunjukan mulai dari tari tradisional, dan modern dance ditampilkan dalam acara Open House kali ini. Yang menarik dari acara open house ini adalah adanya stand-stand bazar hasil karya siswa. Dan keterlibatan siswa dalam memeriahkan acara open house.
Melalui kegiatan ini, SMAK Frateran ingin agar para calon siswa dari berbagai sekolah untuk tidak ragu memilih SMAK Frateran sebagai sekolah lanjutan atas bagi mereka.
Dalam sambutannya Kepala SMAK Frateran Malang, Fr.M. Albertus Sukatno, BHK.M.Ag juga menjelaskan tentang sarana serta prasarana, sistem pendidikan, program-program unggulan juga visi misi sekolah untuk mewujudkan anak didik memiliki pribadi yang berintegritas, dinamis, serta memiliki hati yang tangguh.
Dalam open house ini SMAK Frateran tidak hanya memberikan informasi – informasi mengenai visi dan misi sekolah, namun lebih dari itu, para peserta diajak untuk melakukan Trial class. Dimana setiap peserta dari masing – masing sekolah akan didampingi oleh kakak – kakak siswa dari SMAK Frateran.
“Diharapkan dengan adanya Trial Class ini calon siswa dapat merasakan bagaimana kegiatan belajar di SMPK Frateran.” ujar ibu Martha Maria Dyah Safiri S.S selaku panitia acara sekaligus guru pengajar bahasa daerah Jawa.
Pada kesempatan yang sama Bapak Bernardinus Kristianto,S.PD selaku ketua panitia sekaligus sebagai guru biologi mengatakan, “open house ini sekaligus sebagai wawasan untuk para calon siswa mengenal bagaimana sih sistem pembelajaran di SMAK Frateran secara langsung? Jadi kami mengajak para calon siswa untuk terjun langsung mengunjungi masing-masing kelas, seperti contohnya kelas biologi, bagaimana siswa diajarkan kewirausahaan, salah satu contoh teh combucha, dan cookis pisang. Yang unik adalah cookies pada umumnya terbuat dari tepung. Tapi karena pisang di Malang sangat melimpah, jadi kita gunakan pisang sebagai bahan utama untuk cookies. Selain untuk calon para siswa kami juga mengundang para orang tua untuk mengenal lebih dekat bagaimana membangun relasi kepada orang tua.” Urainya.
(AyuNdi)






