Panitia Penyelenggara Memilih Tetap Hadir Penuh Perhatian dan Membantu Para Korban Drag Race Kotamobagu

oleh -28 Dilihat

KOTAMOBAGU, paradigmanasional.id Di tengah situasi berduka yang di alami parah keluarga korban Drag Race, tetapi dirasakan juga oleh ketua panitia penyelenggara Lucky Sugeha yang selalu tulus dan terus memberikan perhatian khusus mendatangi rumah parah korban.
Termonitor, Jumat, 14/08/2026, pukul 10.00, Ketua Panitia Lucky Sugeha serta tim lainya mendatangi rumah Enjel, salah satu korban yang sempat dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, yang sudah dinyatakan boleh pulang oleh dokter.

Tak ada dendam oleh keluarga malahan kedatangan Lucky Sugeha dan timnya disambut keluarga Enjel dalam kondisi yang penuh keharuan.

Ayah, Kakek, nenek dan kerabat korban membuat suasana penuh keharuan yang begitu tulus menandakan kasih sayang timbul dalam hati yang tulus penuh keiklasan karena tragedi yang sudah terjadi merupakan sesuatu yang bukan kesengajaan.

Bahkan yang membuat suasana menjadi haru, di tengah kesedihan yang mereka alami, keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Lucky Sugeha yang sejak awal hingga saat ini dinilai tetap hadir dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Untuk keluarga, kehadiran tersebut tidak sekadar kunjungan. Di tengah – tengah mengalami masa sulit, kehadiran seseorang yang mau datang, mendengar, dan memberikan dukungan menjadi penguatan tersendiri.

Kepedulian Lucky Sugeha bersama tim lainnya terlihat sehari sebelumnya. Mereka menjemput Ade Rafiska bersama keluarganya, salah satu korban yang telah diperbolehkan keluar dari RS Monompia, untuk kemudian diantar kembali ke rumahnya di Kelurahan Genggulang.

Sejak musibah terjadi, Lucky juga langsung mendatangi rumah duka di Bilalang Baru untuk melayat almarhumah Harianti Mokoginta yang dimakamkan pada malam itu.

Momen penuh keharuan terjadi ketika Lucky Sugeha memeluk kedua anak laki-laki almarhumah saat berada di rumah duka.

Pelukan itu menjadi gambaran sederhana tentang kepedulian seorang manusia kepada keluarga yang sedang kehilangan orang terkasih.

Tidak berhenti pada kunjungan dan pendampingan, panitia berupaya membantu kebutuhan keluarga korban yang meninggal dunia.

Pada Rabu (12/8/2026), Lucky bersama tim membantu kebutuhan delapan keluarga korban yang meninggal dunia dalam persiapan pelaksanaan acara takziah.

Pada malam harinya, kegiatan tersebut turut didampingi Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Asisten I dan Asisten II, Kepala Kantor Kesbangpol, Kepala Dinas PP&KB, Camat Kotamobagu Utara, Sangadi Bilalang Baru, serta penceramah Ustaz Dani Pontoh.

Langkah yang dilakukan Lucky dan tim menunjukkan bahwa tanggung jawab kepanitiaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan sebuah kegiatan. Ketika musibah terjadi, mereka memilih untuk tetap berada di tengah keluarga korban, mendengar keluhan, membantu kebutuhan, dan memberikan dukungan semampu mereka.

Di tengah suasana duka, kehadiran seperti inilah yang menjadi pengingat bahwa sebuah kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dengan kata-kata besar.

Terkadang, datang dan menemani keluarga yang sedang berduka sudah menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti.
Bagi Lucky Sugeha, mendampingi keluarga korban bukan sekedar menjalankan tanggung jawab sebagai ketua panitia, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada mereka yang sedang menghadapi masa paling berat.

(Feki Sajow)

No More Posts Available.

No more pages to load.