
Italia, paradigmanasional.id – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dikabarkan akan segera meneken kesepakatan untuk tampil di Moto3 pada 2026.
Veda Ega Pratama selangkah lagi melakoni debut grand prix setelah menggaransi privilese untuk tampil di bawah batas usia minimal.
Seperti diketahui, semua kelas balap di MotoGP (Moto3/Moto2/MotoGP) menetapkan batas usia minimal yang sama yaitu 18 tahun.
Akan tetapi, pembalap bisa tampil saat genap berusia 17 tahun asalkan mampu finis di peringkat tiga besar di ajang pembinaan JuniorGP dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Syarat ini dipenuhi Veda di Rookies Cup yang baru saja rampung pada Minggu (14/9/2025) di Sirkuit Misano, Rimini, Italia.
Posisi finis kelima cukup bagi Veda untuk mengambil alih peringkat kedua dari tangan pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang kembali apes dengan hasil gagal finis.
Veda sebenarnya sempat berpeluang untuk menjadi juara.
Hanya saja, setelah tren kuat 3 kemenangan dari 4 balapan, dia kesulitan mengatasi kecepatan talenta muda Spanyol, Brian Uriarte.
Melansir dari Sky Sport Italia, Uriarte dikabarkan sudah memastikan tempat di Moto3 pada 2026.
Juga kelahiran tahun 2008 seperti halnya Veda, artinya tahun ini baru berumur 17 tahun, Uriarte akan bergabung dengan Red Bull KTM Ajo.
KTM Ajo merupakan tim juara bertahan dan pernah diperkuat jagoan-jagoan di MotoGP sekarang, termasuk Pedro Acosta dan Marc Marquez.
Veda juga sudah dekat untuk menggunakan haknya untuk tampil di Moto3 pada 2026 dengan tim lainnya.
Jurnalis Sky Sport Italia yaitu Rosario Triolo membuat cuitan mengenai masa depan Veda pada Minggu (14/9/2025) malam di pelantar X.
“Veda Ega Pratama meraih peringkat dua Red Bull Rookies Cup dan membuka peluang untuk naik ke Moto3 pada 2026 meski usianya lebih muda daripada 18 tahun.”
“Pratama diekspektasikan untuk menutup kesepakatan dengan Honda Team Asia dalam beberapa hari ke depan, kesepakatan hampir terjadi,” tulisnya lewat akun @Triolor.
Honda Team Asia sudah menjadi langganan bagi pembalap Indonesia di Moto2 dan Moto3 dalam setengah dekade terakhir.
Maklum, Veda dan senior-seniornya seperti Mario Suryo Aji, Fadillah Arbi Aditama, dan Andi Farid Izdihar merupakan binaan Astra Honda.

Sementara jebolan Honda Team Asia di MotoGP sekarang adalah Ai Ogura dan Somkiat Chantra.
Ogura menjadi andalan tim asuhan Hiroshi Aoyama itu dengan dua kali bersaing dalam perebutan gelar pada 2020 di Moto3 (peringkat ke-3) dan 2022 di Moto2 (peringkat ke-2).
Menariknya, Ogura menjadi juara dunia tidak bersama Honda Team Asia tetapi MT Helmets – MSi pada tahun lalu di Moto2 sebelum menjadi rookie MotoGP bareng tim satelit Aprilia.
Honda tengah berusaha bangkit dari krisis, tidak hanya di MotoGP tetapi di Moto3.
Di Moto3, belum ada pembalap bermotor Honda yang mampu menang balapan. Semua pemenang datang dari tim bermotor KTM.
Sementara di Honda Team Asia, pencapaian terbaik adalah posisi kedua yang diraih oleh Taiyo Furusato pada seri GP Qatar.
Furusato sendiri bocah ajaib pada masanya.

Prestasinya adalah Juara Asia Talent Cup 2020 dengan sapu bersih kemenangan lalu finis pertama sebagai debutan pada balapan Red Bull Rookies Cup (2021).
Talenta pembalap akan diuji di atas motor Honda NSF250RW sebagaimana dikatakan kepala tim Snipers Team, Mirko Cecchini, yang juga partner pabrikan Sayap Emas di Moto3.
“Pada dasarnya, motor Moto3 kami tidak buruk, tetapi KTM masih sedikit lebih baik, terutama dalam hal tenaga mesin,” tukas Cecchini, dilansir dari GPone.com.
“Meski begitu, dengan pembalap top, kita masih bisa bersaing di posisi atas sebagai tim Honda akhir-akhir ini.”
“Saya pikir begitu,” imbuh pria yang timnya pernah merayakan pesta juara dunia kelas 125cc (kini Moto3) bersama Andrea Dovizioso dan Honda itu. (Korlipn).
Dilansir dari: #cnnindonesia
#motorsport .com
#dan sumber terpercaya lainnya.





