Perkara Pidana Dirut PT Corpus Disidangkan, Jaksa Hadirkan Saksi  Marketing

oleh -192 Dilihat

Surabaya, paradigmanasional.id Saksi marketing Trimitra Jaya Raya agen dari PT Corpus Prima Mandiri (CMP), Hernando yang juga mantan pegawai Citi Bank, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sebagai saksi fakta pada sidang perkara Direktur Utama Corpus Group Kristhiono Gunarso (terdakwa).

Hernando yang juga mantan pegawai Citi Bank tersebut, direkrut oleh Tanu Adiwijaya selaku bos PT Trimitra Jaya Raya, Saksi menceritakan didepan majelis hakim, saat dirinya mengajak sejumlah calon nasabah yang merupakan pegawai Citi Bank juga.

Sebenarnya nasabah yang saya rekrut itu tidak mengenal namanya PT.Corpus Prima Mandiri Tapi karena rata-rata rata nasabah yang saya tawarkan sudah kenal saya, mereka hanya melihat dan memandang saya “Saya jelaskan ke nasabah kalau corpus perusahaan sehat dan bonafide,dan ketika ditanya bagaimana dengan pencairan dana ketika jatuh tempo? Sakai menjelaskan bahwa di tahun 2018 hingga 2021 tidak pernah macet pencairan, bunga terakhir tahun 2021 tidak cair lagi,

Ketika saksi ditanya siapa yang memberikan no rekening ke nasabah?Saksi mengatakan saya yang Memberikan dan kalau setornya dari investor langsung transfer ke pt corpus prima,saya yang berikan rekening dari Tri Mitra ke investor, dan yang didapat investor adalah warkat semacam deposito (Bukan Deposito), Mereka tahu dananya tidak ada di saya adanya di corpus,”kata saksi mengisahkan sebelum terjadi masalah, saat ditanya Jaksa Sangadji,SH,MH dari kejagung jakarta, Kamis (13/4), diruang sidang utama Cakra Pengadilan Negeri Surabaya.

Dia juga menambahkan, Jika dirinya sendiri pernah jadi investor di PT Corpus namun saat ditanya apakah kenal dengan Nurhasan (Iwan) mengaku tidak mengenal ketika ditanya Jaksa Harwiadi,SH dari Kejari Surabaya.

“Saksi kenal dengan nurhasan iwan,”tanya jpu Harwiadi.

“Saya juga pernah jadi investor saya percaya ke pak Kristhiono Gunarso,
Investor ada 8 orang total 7 M (Miliar) saya tidak kenal dengan Oon Suhendi, ya kenalnya saya dengan Iwan,”ujar Hernando didepan majelis hakim yang diketuai Saefudfin.

Kemudian saat tiba giliran tim penasehat hukum terdakwa advokat Assoc.Prof.Dr.Oscarius Y.A Wijaya,SH,MH,MM,CLI (Oscar) dan Robinson Panjaitan,SH,MH mengajukan sejumlah pertanyaan kepada saksi.

“Saksi saya mau bertanya pada waktu trading apakah trading tersebut ada membahas perjanjian-perjanjian kalau terima investor begini, Apakah saudara saksi memberikan sesuai apa yang di instruksikan Pertanyaan saya didalam perjanjian tersebut apakah diatur tenor bunga, Setahu saksi kalau 8 nasabah itu sesuai enggak, Apakah 8 saksi ada komplain enggak tidak terima keuntungan, jadi warkatnya ada keuntungan berikutnya, tahu PT Corpus ini sudah pailit saksi tahu apa saja aset corpus,”tanya pengacara Robinson Panjaitan.

“Dibahas, sesuai rata-rata langsung jadi tunggu instruksi dari nasabah, nanti perwarkat ada keuntungan, Saya salah kalau mengatakan deposito, saya mengatakan surat utang, Tidak ada komplain, Aset Corpus ada pergudangan di gresik, ruko di Jogja dan denpasar,”pungkas saksi.

Kemudian, Usai Robinson selesai memberikan pertanyaan, Pengacara Oscar pun lanjut kembali bertanya kepada saksi soal nama Iwan pegawai Bank BRI yang disebut-sebut sebagai perantara Oon Suhendi (Pelapor) dengan PT Corpus, serta pertanyaan terkait mengingatkan PT Corpus yang telah di Pailitkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya.

“Saudara tahu iwan, Saudara Iwan menjelaskan kepada Oon produknya Corpus, Saudara tahu enggak Iwan itu menjelaskan sebagai NI atau sebagai marketing, Iwan mendapat premi enggak dari PT Corpus, Tadi saudara mengatakan memberikan pinjaman pribadi kepada Kristhiono Gunarso Owner atau Direktur PT Corpus Prima Mandiri atau Corpus Asa Mandiri, Sempat saya bilang bahwa anda tidak mendaftarkan tagihan ke Kurator ada alasan tertentu mungkin,” tandas pengacara Oscar secara tegas.

Lalu selanjutnya, saksi merespon pertanyaan pengacara terdakwa.

“Saya enggak pernah visit atau pergi menjelaskan investor ke Iwan otomatis saya enggak pernah tahu Iwan dapat dari mana, waktu itu ditemui ama pak Kristhiono Gunarso dijakarta,” imbuh saksi.

“Apakah bisa saya katakan kalau anda masih mempercayai saudara Kristhiono, sekarang masih percaya atau tersisa kepercayaan, Baik secara mekanisme kepailitan bahwa anda sudah mengatakan tidak mendaftarkan tagihan ke kurator, Saya mau nanya kalau enggak mendaftarkan ke kurator apa ada rencana mau lapor ke Polisi, kenapa kedepannya, kenapa enggak pulang dari sini lapor polisi,” tegas pengacara kepada saksi.(deksa)

No More Posts Available.

No more pages to load.