Semarak Bulan Batik Malang 2025: Dari Kolaborasi, Kreativitas, Hingga Pelestarian Tradisi

oleh -1581 Dilihat
oleh

Malang, paradigmanasional.id Kota Malang benar-benar bersinar dalam semarak Bulan Batik 2025. Dimulai dari penghargaan Dekranasda Award yang diterima para perajin Batik Malang 27 September 2025. Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) menggenjot berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah sejak awal Oktober hingga akhir bulan nanti.

Pada 2 Oktober 2025, pelatihan membatik motif tumpal untuk selendang atau sampur tari tradisional Malang digelar di Kecamatan Kedungkandang, bekerja sama dengan TP PKK Kedungkandang. Sebanyak 48 peserta dari warga se-Kecamatan Kedungkandang belajar mulai dari mendesain, mencanting, mewarnai, hingga proses finishing batik tumpal yang akan di peragakan pada Festival Batik Kedungkadang 2025 pada 26 Oktober nanti.

Persiapan Festival Batik Kedungkandang relatif cukup padat, diantaranya ibu ibu perajin batik juga belajar menari Tari Beskalan Putri Malang bersama, di Kecamatan Kedungkandang 14 dan 17 Oktober, agar persiapan lebih matang. Karena sampur tersebut akan di gunakan untuk menari bersama serta fashion show dengan menggunakan batik sampur tari Malang motif tumpal di festival Batik Kedungkandang

Kemeriahan berlanjut dengan Pemilihan Duta Cilik Batik Nukus di Kelurahan Sukun pada 19 Oktober, yang melibatkan seleksi dari tingkat RT hingga RW. Lima duta cilik terpilih pun siap menjadi wajah kecil pelestarian batik di Sukun. Pemilihan Duta Cilik Batik Nukus ini di kemas dalam Festival Batik Sukun #6 yang rutin tiap tahun di gelar secara swadaya. Mengingat potensi perajin batik Kelurahan Sukun cukup banyak maka tak heran Kelurahan Sukun juga di tetapkan sebagai Rintisan Sentra Batik Sukun yang anugerahnya di berikan pada saat Dekranasda Award tempo lalu.

Tak ketinggalan, pada 16-19 Oktober 2025, Malang City Point Mall Kota Malang juga menjadi tuan rumah Festival Batik 3 Kota yang menghadirkan kolaborasi antara Batik Malang, Magelang, dan Pekalongan, difasilitasi oleh Kementerian UMKM. Tujuh stand perajin batik Kota Malang, diantaranya Batik Sundari, Batik Blimbing, Batik Bruge, Griya Batik Topeng Disabilitas, Sentra Batik Sawojajar, Sentra Batik Bunulrejo dan stand batik dari APBKM turut memeriahkan acara ini.

Festival juga diisi lomba coloring batik, panggung seni budaya, hingga festival tari kreasi bernuansa batik dimana Festival Batik 3 Kota 2025 di Kota Malang ini di garap oleh Smesco kerjasama Diskoperidagkop Kota Malang dan dibuka langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

“Dalam rangka Hari Batik Nasional yang dilaksanakan Kementerian UMKM, Kota Malang menjadi kota pertama yang terpilih untuk menggelar pameran batik. Kenapa Kota Malang yang terpilih? Karena (Kota Malang) dianggap sebagai daerah penghasil batik dengan motif batik yang berbeda. Maka dengan diapresiasinya Kota Malang oleh Kementerian UMKM, diadakanlah Malang Batik Festival yang diikuti oleh daerah lain, tidak hanya Malang saja,” tuturnya.

Puncaknya, pada 26 Oktober 2025, Festival Batik Kedungkandang akan digelar. Acara ini mencakup launching Sentra Batik Sawojajar dan Arjowinangun, peluncuran motif tumpal untuk sampur tari dari APBKM hingga fashion show serta pameran UMKM dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kedungkandang. Rangkaian ini juga akan diisi dengan berbagai hiburan dan seni pertunjukan serta talkshow bersama anggota DPRD setempat.

Ki Demang (Isa Wahyudi) selaku Ketua Asosasi Perajin Batik Kota Malang merasa haru dan bangga bahwa batik Malang kini eksistensinya mulai diperhitungkan. “Sejak Oktober 2022 berdirinya APBKM hingga kini tak henti hentinya melakukan berbagai inovasi kegiatan batik diantaranya, workshop, pelatihan, pameran, festival, fashion show hingga penciptaan karya yang semua berkolaborasi dengan perajin dan komunitas lain di Kota Malang, sehingga  perkembangan APBKM mampu menghimpun 90 perajin batik yang tersebar di berbagai kelurahan. Dan alhasil di tahun ini yang paling membanggakan punya 3 rintisan sentra Batik Kota Malang (Bunulrejo, Sawojajar dan Sukun) serta karya karya motif khas tradisonal Malangan.”

Dengan demikian, Bulan Batik Malang 2025 bukan hanya menjadi ajang kreativitas, tapi juga penguatan identitas batik Malang sebagai warisan budaya yang terus hidup dan berkembang. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.