Seorang TNI di NTT Nekat G*ntung Diri Diduga Karena Tertekan Soal Mahar 250 jt

oleh -1193 Dilihat

NTT, Paradigmanasional.id Tragedi memilukan terjadi pada Minggu, 12 Januari 2025, ketika seorang anggota TNI, Pratu Andi Tambaru yang kini berusia 24 tahun.

Ditemukan tewas g*ntung diri di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pratu Andi, yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 1627-02/Pantai Baru, meninggalkan pesan terakhir yang mengungkap tekanan besar diduga akibat masalah asmara dan permintaan mahar tinggi.

Fakta Kejadian.

Jenazah Pratu Andi pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Velsi Boik sekitar pukul 06.46 WITA, saat ia dalam perjalanan menuju Bandara DC Saudara. Informasi ini segera dilaporkan kepada rekan korban, Pratu Valen, yang kemudian menghubungi Dandim dan perwira terkait.

Sekitar pukul 07.30 WITA, Komandan Kodim bersama tim tiba di lokasi untuk menurunkan jenazah dari pohon dan membawanya ke RSUD Baa. Hasil visum menunjukkan tanda-tanda kematian akibat g*ntung diri, seperti bekas jeratan tali di leher, patah tulang leher, dan luka goresan kecil di paha kiri. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain di tubuh korban.

Kronologi Kejadian.

Pada malam sebelum kejadian, Sabtu (11/1), Pratu Andi sempat curhat kepada Pratu Valen tentang tekanan yang ia alami. Pratu Andi diminta menikahi pacarnya, Manja Moy, dengan mahar sebesar Rp250 juta. Namun, ia hanya memiliki sekitar Rp40 juta di rekeningnya, membuatnya merasa terbebani secara finansial dan emosional.

Pagi harinya, sekitar pukul 04.20 WITA, Pratu Andi sempat mampir ke kos temannya, Prada Ricky Dillak, untuk meminta rokok. Beberapa menit kemudian, ia mengirim pesan terakhir kepada pacarnya melalui WhatsApp, mengatakan, “Tolong cari lokasi saya lewat iCloud, sayang. Saya sayang kamu. Jangan lupa mama dan bapak di Rote.” Pesan tersebut menjadi pertanda terakhir sebelum korban ditemukan tak bernyawa.

(Maulana melaporkan)

No More Posts Available.

No more pages to load.