Kotamobagu, paradigmanasional.id – Terkait pelaksanaan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Tahun Pelajaran 2022/2023, SMK Negeri 1 Kotamobagu akan siap menjalankan dan menerapkannya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh guru-guru yang ada dilingkup SMKN 1 Kotamobagu, tanpa terkecuali. Karena, Implementasi Kurikulum Merdeka penting untuk proses pembelajaran kedepannya nanti.
Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah ( MKPS ) Provinsi Sulawesi Utara Dra. Vony Tambuwun Mpd kepada wartawan Paradigma Sabtu (18/6/22) menyampaikan bahwa intinya untuk memberikan pemahaman kurikulum yang dulu kita tau bersama,selama dua tahun tidak ada perna pembelajaran. Karena kita dilanda Pandemi Covid-19.
” Sakarang saatnya kita masuk ke tahap pemulihan Kurikulum,” tutur Vony.
Dapat diketahui sekarang namanya adalah Kurikulum Mereka. Dan SMKN 1 Kotamobagu sudah mendaftarkan diri, untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
” Sebab ketika sekolah mendaftar, diberi kemudahan oleh Pemerintah dengan mengikuti jalur mandiri,” tambah Vony.
Nah jadi ketika mengisi atau mendaftar itu harus sesuai dengan kondisi ril sekolah. Agar SK yang keluar seperti SK SMKN 1 Kotamobagu, SK No 34, masuk dari jalur mandiri belajar.
” Pilihannya ada tiga kategori, yaitu mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi,” jelas Vony.
Mandiri belajar itu, tidak merubah kurikulum. Jadi masih tetap menggunakan kurikulum 2013. Tetapi, mengadopsi beberapa bagian dari kurikulum Merdeka. Kalu mandiri berubah melaksanakan dan menerapkan. Untuk mandiri berbagi, ketika sudah menerapkan, ada mengembangkan dan memodifikasi perangkat.
” Sekarang untuk SMKN 1 Kotamobagu masuk dalam kategori mandiri belajar, mengadopsi beberapa bagian dari kurikulum Merdeka,” ujar Vony.
Lanjut ada kesepakatan kami di MKKS waktu lalu, untuk supaya seragam Provinsi Sulawesi Utara yaitu mengadopsi tiga hal, pertama Profil Pelajar Pancasila. Karena, tujuan utama Pendidikan adalah mencerdaskan anak bangsa. Menarik yang pertama seperti penjelasan dibawa ini.
” Ada enam dimensi di dalam aitem pertama dan penting bagi lingkungan Pendidikan. Yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri bernalar kritis, dan kreatif,” tandas Voni.
Kepala sekolah SMK Negeri 1 Kotamobagu Hj. Sartika Paputungan S.Pd, di tempat yang sama mengatakan terimakasih kepada Ibu Voni yang sudah datang memenuhi undangan dari MKKS Kotamobagu. Dan ini hari terakhir untuk memberikan materi kepada guru-guru SMKN 1 Kotamobagu.
” Jujur ini sangat penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru nanti,” Pungkas Paputungan.
#Denny.D#





