TPST Desa Bulang Diduga Jadi Sapi Perah Oknum Pemdes Bulang

oleh -660 Dilihat
TPST Desa Bulang diduga jadi sapi perah oknum pemdes

Sidoarjo, paradigmanasional.id Berulang kali Presiden Jokowi mewanti-wanti para Kepala Desa agar berhati-hati dalam penggunaan anggaran, bahkan dengan lantang Jokowi pun meminta masyarakat untuk ikut mengawasi, apabila tidak ada pembangunan yang tidak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan atau sama sekali tidak ada pembangunan langsung laporkan.

Beberapa cuplikan Presiden Jokowi yang sering kita lihat di televisi. Desa Bulang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo patut disoroti, hasil temuan awak media dilapangan adanya dugaan pemborosan penggunaan anggaran di pembangunan TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu). Pada Tahun 2018 Pemdes Bulang mengalokasikan anggaran Rp. 199.000.000,- pada Tahun 2022 dianggarkan kembali sebesar Rp. 54.025.000, lalu pada Tahun 2023 dianggarkan kembali Rp. 109.050.000,-. Total dari keseluruhan anggaran tersebut bila di akumulasikan menjadi Rp. 362.075.000,-,

Anehnya nominal sebesar itu fisik yang nampak hanya berupa lahan kosong yang dipagari tembok keliling lalu dipagari, parahnya jembatan untuk memasuki akses TPST tersebut sudah jebol, amat miris melihat kinerja Pemdes Bulang. Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “nominal sebesar itu harusnya Pemdes Bulang bisa mengoptimalkan lebih, siapa yang tidak heran uang sebesar itu hanya berupa lahan kosong”, tutur warga pada awak media.

Saat awak media mencoba mendokumentasikan TPST tersebut kondisi tergembok, tidak bisa dimasuki. Kepala Desa Bulang H. Wulyono saat ditemui menuturkan, ” saya menjabat di Tahun 2022 pertengahan tahun, tentunya terkait anggaran pembangunan TPST tersebut pak Carik yang mengetahui, untuk Tahun 2023 dan Tahun 2024 saya menggunakan jasa konsultan, pembelian (kerangka besi) kami bangun di Tahun 2024, sisanya Pak Carik (sekdes) yang lebih mengerti detil karena beliau dari Tahun 2017 sudah mengabdi di Desa Bulang”, ujar Wulyono di ruang kerjanya.

Belum digunakan jembatan akses masuk TPST sudah jebol

Bambang selaku Sekdes pun menjelaskan, “Anggaran Tahun 2018 itu berupa tembok keliling dan pagar dan jembatan, Tahun 2022 urugan depan pintu pagar, sedangkan Tahun 2023 berupa urugan lagi sisi kiri dari akses masuk”, ujar Bambang pada awak media. Hertanto dari LSM Cakrawala pun angkat bicara, “Pembangunan TPST Desa Bulang patut disoroti, pasalnya anggaran besar dengan realisasi dilapangan jauh diluar harapan, parahnya lagi objek belum bisa digunakan oleh masyarakat kondisi jembatan sudah jebol, tentu spefisikasi awal jembatan sudah menimbulkan pertanyaan besar, bila ditemukan 2 alat bukti bukan tidak mungkin diajukan pada pelaporan, dugaan TPST Desa Bulang jadi sapi perah oknum pemdes tidak bisa dipungkiri, monev dan pendamping dari tingkat Kecamatan Prambon pun patut dipertanyakan kinerjanya”, ujar Hertanto via selularnya.

(daulat)

No More Posts Available.

No more pages to load.