Wabup Subandi Sidak Pasar Wadung Asri Sikapi Ketersediaan  Minyak Goreng Jelang Ramadhan

oleh -907 Dilihat
oleh

SIDOARJO, paradigmanasional.id – Wakil Bupati Sidoarjo melakukan sidak Ketersediaan Minyak Goreng (Migor) di Pasar Wadung Asri, Kecamatan Waru, pada Jum’at (18/03/2022). Dalam giat sidak saat itu, Wabub Subandi didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Drs. Ec Tjarda, M.M.

H. Subandi usai melakukan sidak mengatakan, bahwa nantinya dia juga akan sidak di perusahaan-perusahaan Minyak Goreng terkait pendistribusian di Sidoarjo. Karena Sidoarjo terbilang memiliki perusahaan pengelolaan minyak terbanyak di Jawa Timur, jangan sampai nantinya terbawa diviralkan mengenai Minyak Goreng ini.

Pihak Wabub juga akan berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan juga untuk menginstruksikan jangan sampai minyak goreng di Sidoarjo sampai terjadi kekosongan dan hal ini akan terus dikawalnya.

Subandi menambahkan, karena sudah mendekati bulan Ramadhan dan Lebaran, akan lebih susah lagi jika sidak ini tidak dilakukan dari sekarang. Subandi berharap agar pasar tradisional dapat dihidupkan kembali, karena sebelumnya terkena banjir dan pasar adalah ekonomi kerakyatan yang mana pasar ini menjadi tempat masyarakat untuk berbelanja.

“Maka jangan sampai gara-gara mau belanja ke pasar alasannya banjir, karena ini demi peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga hal ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Oleh karena itu kita saling bahu-membahu, maka semua hal bisa teratasi, pedagang pun akan merasakan jika sudah terealisasi.” ungkapnya

Maka dalam hal ini Kepala Dinas Perdagangan Sidoarjo Drs. Ec Tjarda , M.M mengatakan, bahwa kondisi pasar ini menjadi agenda tahunan banjir, karena letak posisi pasar lebih rendah dari Jalan Raya.

“Kita berupaya sesuai arahan, pasar Wadung Asri ini akan dibuatkan rumah pompa air,” ungkapnya.

Terkait permintaan stok Migor  sesuai kebijakan Pemerintah yang sudah diatur, yakni Minyak Curah sesuai HET harganya Rp.13.000 ribu rupiah per Liter, untuk minyak kemasan dilepas sesuai dengan mekanisme pasar.

“Maka kita mengatur harga eceran tertinggi untuk Migor kemasan di toko Swalayan dan terpenting saya bisa mensuplai sesuai kebutuhan. Untuk Mall masing-masing harga per-kualitas, semua barang ada, kita ikuti aja. Dalam menangani kenaikan di Pasar, Mall maupun Swalayan itu, maka kita hanya memonitor dan kita serahkan sesuai dengan mekanisme pasar,” tutup Drs. Ec. Tjarda, M.M.

(MADI/TIM)

No More Posts Available.

No more pages to load.