Warga Panai Tengah Geram: Bandar Narkoba Diduga Bebas Beroperasi, Polisi Diminta Bertindak Nyata

oleh -170 Dilihat

Labuhanbatu, Paradigmanasional.id Kesabaran warga di Panai Tengah kian menipis. Dugaan kuat adanya aktivitas peredaran narkoba di Desa Teluk Sentosa, tepatnya di sekitar gang kecil depan PKS PTVN Ajamu, memicu kemarahan masyarakat yang merasa wilayahnya kini tidak lagi aman.

Sejumlah warga menyebut, lokasi tersebut sudah lama dicurigai sebagai titik transaksi narkoba yang berjalan rapi dan terselubung. Ironisnya, aktivitas ini diduga berlangsung tanpa hambatan berarti.

Nama seorang pria yang dikenal dengan panggilan Binshar Ajamu mencuat. Ia disebut-sebut sebagai sosok yang diduga mengendalikan peredaran narkoba di kawasan tersebut. Warga menilai, jika dugaan ini benar, maka jaringan yang beroperasi bukanlah skala kecil.

“Kami bukan baru resah sekarang. Ini sudah lama. Anak-anak muda mulai rusak, kriminalitas meningkat. Sampai kapan ini dibiarkan?” ujar seorang warga dengan nada kesal, Sabtu (18/4/2026).

Warga lain, Simanjuntak (53), menilai lokasi yang berada di area ramai dan dekat permukiman padat justru dimanfaatkan pelaku untuk beroperasi secara leluasa.
“Tempatnya strategis, orang keluar masuk tidak terlalu mencurigakan. Ini yang membuat kami curiga kuat ada aktivitas terorganisir,” katanya.

Desakan terhadap aparat kepolisian pun semakin keras. Masyarakat meminta Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polsek Panai Tengah, tidak sekadar menerima laporan tanpa tindakan nyata.
Kapolsek Panai Tengah, AKP Amlan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.
“Informasi sudah kami terima dan sedang kami dalami,” ujarnya singkat.

Namun bagi warga, pernyataan tersebut belum cukup. Mereka menuntut langkah konkret dan transparan, termasuk penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah. Kalau memang ada bandar besar, tangkap. Jangan biarkan kami hidup dalam ketakutan,” tegas warga lainnya.
Situasi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya kepercayaan publik yang tergerus, tetapi juga masa depan generasi muda di wilayah pesisir tersebut yang kian terancam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya tindakan penindakan di lokasi yang dimaksud. Warga kini menunggu: apakah aparat akan benar-benar bergerak, atau keresahan ini kembali dibiarkan berlarut.

(Ade Rambe)

No More Posts Available.

No more pages to load.