Jadi Wisudawati Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Sekayu Palembang dengan Nilai IPK Sangat Memuaskan

oleh -106 Dilihat

MUBA, paradigmanasional.id Ina Indrayanti memberikan pesan Inspiratif bagi para wisudawan wisudawati dengan IPK yang cukup membanggakan tentu menjadi hal yang diidamkan oleh para mahasiswi, namun untuk mencapai itu semua diperlukan komitmen serta kerja keras untuk meninggalkan ketidakdisiplinan diri dan keluar dari zona nyaman.

Hal ini yang coba diterapkan oleh Ina Indrayanti S.E yang berhasil dengan sangat memuaskan di Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Sekayu Palembang (STEIS) Palembang dengan nilai IPK 3.68 pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang

“ Alhamdulillah Wasyukurillah , aku bukan apa-apa tanpa Allah maka rasa syukur yang sangat mendalam kepada Allah yang telah menakdirkan diri Arti pribadi untuk dapat menyelesaikan kuliah ini. Ribuan terima kasih saya sampaikan kepada segenap Civitas Akademika STEI Sekayu Palembang, Ketua Prodi STEI dan dosen pembimbing skripsi juga. Selanjutnya untaian kata terima kasih juga saya sampaikan kepada suami dan anakku tercinta, Ibunda dan ibu mertua, ayahanda dan ayah serta keluarga besar,” tuturnya pada saat diwawancarai oleh awak media.

Disematkannya gelar sarjana dan isteri merupakan awal untuk menempuh sebuah kehidupan yang mengutamakan ilmu sebelum amal dalam kehidupan nyata yang sesungguhnya ialah kehidupan ikhlas beribadah dengan landasan ilmu.

Ina Indrayanti SE mengutip perkataan Sayyidina Ali yang menyebutkan bahwasanya barang siapa menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu, dan barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia berilmu karena ilmu akan menghidupkan jiwa.

Berikut beberapa tips dan pesan dari Ina Indrayanti bagi para alumni serta mahasiswa dan mahasiswi untuk dapat meraih meningkatkan kemampuan diri.

1. Selalu bersyukur dengan apa yang ada dan kita miliki saat ini sambil menjalani ambisi untuk bisa menjadi lebih baik lagi dari versi kita saat ini, tumbuhkan motivasi diri bahwa diri ini mampu.

2. Satu-satunya batasan untuk meraih mimpi kita adalah keraguan-raguan kita akan hari ini. Marilah kita maju dengan keyakinan yang aktif dan kuat, kita masih harus banyak belajar dan terus belajar di luar kampus yang kita cintai demi menjawab keterbutuhan masyarakat akan diri kita, dengan memberikan kebermanfaatan untuk umat. Karena otak ini memiliki kapasitas yang sama saja bagaimana cara kita dapat memfaatkannya.

3. Dalam mengejar sebuah impian harus ada yang dikorbankan yaitu waktu istirahat dan zona nyaman, karena proses, perjuangan tidak akan menyelamatkan hasil. Dalam setiap menjalani aktivitas selalu membaca ”Basmallah” agar semuanya berkah dan bernilai ibadah dan melakukan dari hal yang terkecil. Karena setiap orang ada masanya. Setiap masa ada orangnya. Makanya penting memanfaatkan waktu karena setiap orang memiliki waktu yang sama 24 jam. Hanya saja yang menjadi perbedaan cara mengelola waktu.

4. Dapat mengatur waktu antara pekerjaan, ibu rumah tangga, dan pelajaran (kuliah), Harus selalu mengingat skala prioritas yang dimana kita tau penting mendesak, penting tapi tidak mendesak, mendesak tetapi tidak penting, tidak mendesak dan tidak penting. Maka kerjakan sesuai dengan kapasitas kita.

“Keempat poin tersebut bisa dijadikan motivasi yang melecut semangat bagi kita semua dalam menuntut ilmu dan meningkatkan pengetahuan guna bersaing diera globalisasi,”tutupnya.

(Ary)

No More Posts Available.

No more pages to load.