Pemerintah ‘Desa Sia’ Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah

oleh -800 Dilihat

KOTAMOBAGU, Paradigmanasoinal.id – Pemerintah ‘Desa Sia’ Kecamatan Kotamobagu Utara menggelar kegiatan sosialisasi pemilahan sampa, tepatnya di kantor desa, Selasa, (4/11/25).

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh masyarakat di desa sia dan didampingi langsung oleh seluruh staf dan pegawai ASN yang bertugas di kantor desa Sia Kecamatan Kotamobagu Utara Kota Kotamobagu.

Staf khusus bidang lingkungan hidup, persampahan dan pembangunan berkelanjutan di pemerintahan Kota Kotamobagu Putri Damayanti Potabuga SIP., M.Si kepada wartawan Paradigmanasional.id mengatakan, sosialisasi ini sangat penting untuk di sampaikan kepada masyarakat desa Sia.

“Karena, sosialisasi tersebut sasarannya penjelasan terkait pemilahan sampa. Ini memang sudah di matangkan dari kemarin, dan berkerja sama dengan Climate Institute,” tutur Putri.

Jadi sebenarnya teman-teman dari Climate Institute, mereka kantornya di Jakarta. Dan, kami juga bagian dari ditu.

“Program ini menjadi keseriusan bapak Wali Kota dr Weny Gaib, S.pM dan wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat SH., MH untuk bagaimana meminimalisir sampah yang menggunung di TPA,” jelas Putri.

Putri juga menambahkan, terkait program pemilihan sampah dari rumah, semua demi warga. Untuk bagaimana bisa memilah, atau yang keluar dari rumah tersebut adalah sampah yang tidak bisa di gunakan.

“Dan saat sosialisasi, saya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk sementarakan sampah plastik itu bisa di jual langsung,” ujarnya.

Lanjut, terkait sampah organik ini kata Putri bisa dikelola di rumah menjadi pupuk kompos, pupuk cair, maupun pupuk padat.

“Nah, pada pemerintahan The winner menitik beratkan bahwa persoalan sampah itu bukan cuma di dinas DLH, PMD, dan kesehatan, tetapi melibatkan semua pihak terkait,” terangnya lagi.

Ditempat yang sama, kepala desa (Sangadi) Sia Danly Sistrodikromo, S.Pd, Sangat mengapresiasi terhadap pemerintah Kota Kotamobagu yang telah memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat desa Sia tentang bagaimana cara memilah sampah dan bisa menghasilkan uang.

“Kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk cara memilah sampah semisal sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos,” jelas Danly.

Sedangkan sampah plastik kata Danly, bisa di daur ulang atau bisa ditampung dan dijual, dan bisa menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan acara ini juga bisa mendidik kepada masyarakat, tentang kegunaan sampah yang ada. Kegiatan ini diambil dari anggaran APBDes perubahan yang bersumber dari dana ADD,” pungkas Danly.

Denny.D

No More Posts Available.

No more pages to load.