Malang, paradigmanasional.id — 18 Agustus 2025. Padepokan Seni Mangun Dharma Tulusbesar Tumpang, Malang, kembali menggelar Kembul Topeng #3 pada 26–31 Agustus 2025. Acara tahunan ini menjadi ruang temu para seniman, akademisi, budayawan, dan masyarakat pecinta seni topeng dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu penampilan yang dinantikan adalah Tari Topeng Klana Palimanan gaya Ki Wentar, yang akan dibawakan oleh penari muda Ade Irfan Wentar. Kehadirannya menjadi istimewa karena secara langsung didampingi oleh budayawan asal Cirebon, Jajat Sudrajat, sebagai bentuk apresiasi atas pelestarian tradisi topeng yang terus tumbuh melalui Kembul Topeng.
Dalam keterangannya, Jajat Sudrajat menjelaskan bahwa Tari Topeng Klana melambangkan sifat manusia yang penuh angkara murka dan arogansi. Namun, dalam perspektif positif, tari ini juga menghadirkan semangat berjuang dan ambisi hidup yang mulia: “Tari Klana adalah simbol manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ia bukan sekadar amarah, tetapi juga energi untuk menggapai cita-cita,” ungkapnya.
Tari Klana merupakan bagian dari rangkaian lima tahap dalam Tari Topeng Cirebon: Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, dan Klana. Dalam gaya Palimanan, terdapat ciri khas berupa tambahan babak Klana Udeng di akhir pertunjukan.
Ki Wentar: Sentana Cirebon dan Maestro Topeng Palimanan
Tari Topeng Klana Palimanan tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Wentar, seorang maestro topeng dari Palimanan yang mendapat gelar kehormatan Ki Sentana dari Sultan Cirebon. Ia dikenal sebagai tokoh pelestari Tari Topeng Cirebon, khususnya gaya Palimanan, yang menyebarkan seni ini hingga wilayah Priangan. Warisannya tetap hidup hingga kini melalui keturunannya dan para muridnya, termasuk penampilan Ade Irfan Wentar di Kembul Topeng #3.
Rangkaian Kegiatan Kembul Topeng #3
Selain pertunjukan seni, Kembul Topeng #3 juga menghadirkan beragam agenda seperti sarasehan, workshop, pameran topeng, lomba tari dan mewarnai topeng, pertunjukan lintas sanggar, hingga nyekar dan umbul dungo untuk para sesepuh topeng.
Daftar peserta kali ini mencakup institusi seni dan pendidikan terkemuka seperti ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, ISI Denpasar, ISBI Bandung, STKW Surabaya, UNESA Surabaya, Universitas Negeri Malang, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Semarang, SMKI dari berbagai kota besar, serta komunitas topeng dari Jakarta, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Jogja, Surakarta, Klaten, Jombang, Malang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Denpasar, Singaraja, Buleleng, hingga Pacitan.
Melestarikan Warisan Nusantara
Winarto Ekram Pimpinan Malang Dance sebagai penyelenggara Kembul Topeng #3 yang masa mudanya nyantrik ke Ki Soleh Adi Pramana di Padepokan Seni Mangun Dharma Tulusbesar Tumpang Malang ini menegaskan, bahwa acara ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan budaya: “Topeng bukan hanya tontonan, melainkan tuntunan. Kembul Topeng adalah upaya bersama menjaga napas tradisi agar tetap hidup di tengah zaman modern.”
Dengan semangat kebersamaan, Kembul Topeng #3 diharapkan menjadi wadah regenerasi sekaligus pengingat bahwa seni topeng adalah salah satu pusaka budaya bangsa yang terus relevan untuk masa kini dan masa depan. (Red)






