Terbengkalai? Areal Kebun PTPN IV Regional II Kebun Berangir Dipenuhi Semak Belukar, Manajer Edwin Seto Bungkam.

oleh -53 Dilihat

Labura, paradigmanasional.id – Potret buruk pengelolaan aset negara diduga terpampang nyata di areal milik PTPN IV Regional II Kebun Berangir.
Berdasarkan pantauan langsung tim media di lapangan, kondisi areal kebun tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Semak belukar tebal setinggi pinggang orang dewasa tumbuh liar dan menutupi area piringan pokok kelapa sawit. Kondisi ini terkesan tidak terawat serta terbengkalai.

Kondisi kebun yang seharusnya tertata rapi, bersih dari gulma, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) BUMN perkebunan ini justru tampak seperti hutan belantara. Seperti terlihat dalam foto, semak pakis dan rerumputan liar menjulang tinggi menutupi akses dan piringan sawit, mengindikasikan lemahnya pengawasan dan mandeknya pemeliharaan rutin dari pihak manajemen kebun.

Kondisi ini menjadi sorotan publik. Sebagai perusahaan plat merah yang menjadi tulang punggung pendapatan negara, seharusnya PTPN IV Regional II Kebun Berangir memberikan contoh pengelolaan kebun yang profesional dan maksimal untuk mengejar target produksi.

Menanggapi temuan tersebut, awak media paradigmanasional.id berupaya melakukan konfirmasi berimbang kepada Manajer PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Edwin Seto.
Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diterbitkan, Manajer PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Edwin Seto, belum memberikan tanggapan terkait kondisi kebun semak belukar tersebut.

Sikap bungkam seorang manajer BUMN ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Ada apa dengan Kebun Berangir? Mengapa areal seluas itu dibiarkan menjadi semak?.

Publik mendesak Direksi PTPN IV Regional II dan Holding PTPN III untuk segera turun melakukan sidak dan evaluasi kinerja Manajer Kebun Berangir. Kondisi kebun semak belukar jelas sangat berdampak terhadap penurunan produksi, tingginya serangan hama penyakit, dan kerugian negara.

Hingga kini tim masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait berapa luas areal yang terbengkalai dan apakah areal tersebut masuk dalam program replanting yang mangkrak atau memang sengaja tidak dirawat.

Penulis Ade Rambe

No More Posts Available.

No more pages to load.