
KOTAMOBAGU, Paradigmanasional.id – Dugaan upaya membungkam pemberitaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Nuntab, wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), hari ini masuk babak baru.
Ketua Aliansi Penambang Rakyat BMR sekaligus pemerhati lingkungan, Parindo Potabuga, mengaku melaporkan dugaan pencemaran nama baik, dan fitnah melalui media sosial.
Serta, dugaan upaya penyuapan. Laporan pengaduan tersebut turut mencantumkan pemilik rekening atas nama SAINAL/SAENAL dan Fiky Bulow, pemilik akun Facebook Fiky Bulow, sebagai pihak yang dilaporkan.
Polemik ini mencuat setelah Parindo mengaku menerima transfer uang sebesar Rp5 juta secara sepihak.
Hal ini disusul unggahan di Facebook yang menampilkan bukti transfer, dengan narasi yang dinilainya menghina dan merugikan nama baiknya.
Kronologi yang disampaikan melalui surat pengaduannya, Parindo menyebut transfer sebesar Rp5.000.000 masuk ke rekening pribadi BCA miliknya pada 17 Oktober 2026 pukul 21.36.45 WITA.
Berdasarkan bukti mutasi rekening yang dilampirkan nya, transaksi tersebut memuat keterangan “operasional media SAENAL”.
Parindo menegaskan dirinya tidak mengenal pengirim bernama Sainal dan membantah pernah meminta uang, berkomunikasi, ataupun memberikan nomor rekening kepada pihak tersebut.
“Saya tegaskan, bahwa tidak pernah meminta, tidak pernah berkomunikasi, dan tidak pernah memberikan nomor rekening saya kepada saudara Sainal. Transfer ini masuk secara sepihak,” tegas Parindo dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Menurut Parindo, persoalan tidak berhenti pada transaksi tersebut. Tak lama setelah transfer masuk, akun Facebook Fiky Bulow disebut mengunggah bukti transfer disertai narasi yang dianggap menyudutkan dirinya.
Salah satu unggahan yang dicantumkan dalam pengaduan itu berbunyi, “Ini dang Nt pe mau, cuman sampe di 5 Jt katu itu Idealis.”
“Saya menilai unggahan tersebut membangun kesan seolah-olah dirinya menerima atau meminta uang berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap aktivitas PETI di Nuntab,” terangnya.
Parindo juga mempersoalkan unggahan lanjutan dari akun yang sama. Dalam materi yang dilampirkan pada pengaduannya, terdapat narasi, “Awalnya minta catat mencatat serta sokase akang bilang le ndak ba minta… Kong Nt mo stel ba idealis?…”
Selain tulisan, Parindo menyebut unggahan tersebut menyertakan video rekaman yang menurutnya diduga memuat suara seseorang bernama Arifin dan dapat menimbulkan persepsi seolah-olah dirinya menyuruh orang tersebut meminta uang.
Ia membantah tudingan itu dan meminta agar persoalan tersebut diperiksa berdasarkan bukti serta keterangan pihak-pihak terkait.
“Dalam hal ini saya tegaskan, saya tidak pernah menyuruh Arifin. Rekaman tersebut adalah fitnah yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik saya,” ungkapnya.
Denny.D






