Dugaan Narkoba Tak Tersentuh di Panai Hulu, Muncul Sorotan Publik soal Potensi Pembiaran Aparat

oleh -18 Dilihat

Labuhanbatu, Paradigmanasional.id Dugaan maraknya aktivitas peredaran narkoba di Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu , Kabupaten Labuhanbatu, kini memicu sorotan lebih luas. Bukan hanya soal keamanan lingkungan, tetapi juga muncul pertanyaan publik mengenai kemungkinan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang disebut-sebut telah berlangsung lama.

Warga menyoroti kawasan gang kecil di depan PKS PTVN Ajamu sebagai lokasi yang dicurigai. Menurut mereka, aktivitas mencurigakan di area tersebut bukan hal baru, melainkan telah berlangsung berulang tanpa penindakan yang terlihat jelas.

“Kalau ini sudah lama terjadi dan semua orang tahu, pertanyaannya sederhana: kenapa belum ada tindakan nyata?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (18/4/2026).

Sejumlah warga mengaku mulai kehilangan rasa aman. Mereka menilai dampak sosial sudah terasa, terutama pada kalangan remaja yang dinilai semakin rentan terhadap pengaruh negatif.

“Ini bukan lagi soal curiga atau tidak. Kami melihat perubahan di lingkungan. Itu yang membuat kami khawatir,” kata warga lainnya.

Di tengah situasi tersebut, beredar pula penyebutan adanya sosok pria yang dikenal dengan panggilan tertentu yang diduga berkaitan dengan aktivitas itu. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait dugaan tersebut.

Ketiadaan penindakan yang terlihat di lapangan memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga mulai mempertanyakan apakah lambannya respons semata karena proses penyelidikan, atau ada faktor lain yang belum terungkap.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti yang dapat memastikan adanya unsur pembiaran oleh aparat.

Namun, persepsi publik yang berkembang menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang perlu segera dijawab dengan langkah konkret dan transparan.

Kapolsek Panai hulu , AKP Amlan, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan sedang melakukan pendalaman. “Informasi sudah kami terima dan sedang kami dalami,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan pertanyaan warga. Mereka berharap Kepolisian Republik Indonesia dapat segera memberikan kejelasan melalui tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar proses administratif.

Pengamat sosial menilai, dalam situasi seperti ini, keterbukaan informasi dan percepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah berkembangnya spekulasi yang lebih luas. Tanpa itu, persepsi negatif terhadap penegakan hukum berpotensi semakin menguat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya penindakan di lokasi yang dimaksud. Di tengah minimnya perkembangan yang tampak, satu hal menjadi sorotan: apakah ini murni proses yang belum selesai, atau ada celah yang membuat dugaan aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa tersentuh?

Ade Rambe.

No More Posts Available.

No more pages to load.