
KOTAMOBAGU, Sulawesi Utara, Paradigmanasional.id — Saat-saat spesial menjelang Hari Raya Natal yang penuh makna, yaitu waktu untuk mempererat kasih sayang keluarga, berbagi kebaikan dan kepedulian pada sesama (seperti berbagi ke panti asuhan), bersyukur atas berkat Tuhan, introspeksi diri, dan merasakan sukacita, kedamaian, serta harapan baru yang dibawa oleh kelahiran Yesus Kristus.
Momen Berharga Menjelang perayaan Natal 2025 ini, Dua lembaga keagamaan berpengaruh di Kota Kotamobagu, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), resmi mengeluarkan imbauan bersama untuk menjaga kerukunan, keamanan, serta memperkuat toleransi antara umat beragama di daerah tersebut.
MUI Kota Kotamobagu menerbitkan imbauan bernomor 20/MUI-Kotamobagu/XII/2025 yang ditandatangani Ketua Umum H. Moh. Sahran Noor Gonibala, Lc., M.H., dan Sekretaris Umum Jainudin, SP., ME., pada 10 Desember 2025.
Imbauan ini ditujukan bagi seluruh umat Muslim untuk menjaga suasana rukun selama umat Kristiani menjalankan rangkaian ibadah Natal.
MUI menekankan pentingnya merawat nilai budaya lokal Mototabian, Mototanoban, Mototompiaan, yang selama ini menjadi perekat harmoni di Kotamobagu. Lembaga tersebut juga mengajak masyarakat mendukung pemerintah daerah dan FKUB dalam menjaga stabilitas sosial.
Imbauan MUI memuat tiga poin inti:
Menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama serta memperkuat nilai kebersamaan.
Menghormati perayaan Natal, termasuk menjaga sopan santun di ruang publik dan tidak mengganggu kegiatan ibadah gereja.
Menjaga ketertiban dan keamanan, seperti menghindari penggunaan petasan yang berpotensi mengganggu serta menjaga rumah dan fasilitas umum.
“Dengan hati yang baik dan sikap saling menghormati, insya Allah Kota Kotamobagu tetap aman, damai, dan diberkahi Allah SWT,” tulis MUI dalam penutup imbauannya.
Dukungan serupa juga disampaikan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Kotamobagu melalui imbauan resmi yang ditandatangani Ketua BAMAG Pdt. Rendy R. Sanger, S.Pt., M.Th.
“Adalah sukacita iman ketika kita kembali merayakan Natal, hari kelahiran Sang Juruselamat. Kiranya kita merayakannya dengan penuh syukur dan tanggung jawab iman,” ujar Pdt. Rendy dalam imbauan tersebut.
BAMAG menegaskan bahwa Natal merupakan perayaan kasih Allah dan menjadi kesempatan bagi umat untuk:
Melakukan introspeksi dan pembaharuan iman.
Memperkuat dialog dan kerja sama antar jemaat dan antar umat beragama.
Berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada kelompok yang membutuhkan.
Menjaga kelestarian lingkungan sebagai wujud syukur akan ciptaan Tuhan.
BAMAG juga meminta gereja-gereja anggota untuk menjaga kekhidmatan ibadah, memperkuat solidaritas oikumene, mengutamakan kesederhanaan, serta bijak dalam penggunaan media sosial menjelang pergantian tahun.
“Selamat merayakan Natal 2025. Damai Kristus beserta kita. Selamat menyambut Tahun Baru 1 Januari 2026. Tuhan Yesus memberkati,” tutupnya.
Terbitnya dua imbauan dari lembaga lintas agama ini menegaskan komitmen bersama menjaga kerukunan di Kotamobagu.
Pemerintah daerah bersama tokoh agama berharap momentum Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan penuh persaudaraan di seluruh lapisan masyarakat.
Feki Sajow





