Nelayan Surabaya Bangkit: Reklamasi Dianggap Ancam Laut dan Kehidupan Pesisir

oleh -564 Dilihat
oleh

Surabaya, paradigmanasional.id Gelombang penolakan terhadap proyek reklamasi kembali mencuat di Kota Surabaya. Sejumlah kelompok nelayan bersama masyarakat pesisir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Surabaya, Senin (22/9), menuntut agar proyek reklamasi segera dibatalkan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan poster bertuliskan “Selamatkan Laut, Tolak Reklamasi” hingga “Reklamasi Bukan Solusi”. Suara teriakan dan orasi menggema di halaman balai kota, menggambarkan keresahan yang mendalam dari warga pesisir yang selama ini bergantung pada laut.

Para nelayan menilai reklamasi akan membawa dampak serius terhadap kehidupan mereka. Selain mengancam mata pencaharian, proyek reklamasi juga dinilai berpotensi merusak ekosistem laut, mulai dari habitat ikan, kerang, hingga terumbu karang yang menjadi sumber utama hasil tangkapan.

“Reklamasi hanya akan merusak lingkungan hidup dan menghilangkan sumber penghidupan kami sebagai nelayan. Kami meminta Pemerintah Kota Surabaya benar-benar mendengar suara rakyat, bukan hanya kepentingan pengembang,” ujar salah seorang perwakilan nelayan dalam orasi.

Dampak sosial dari reklamasi juga diperkirakan akan meluas. Banyak keluarga nelayan yang hidup dari hasil tangkapan harian dikhawatirkan akan semakin terpuruk jika reklamasi tetap dijalankan. “Jika laut rusak, masa depan anak-anak kami juga ikut terancam. Hilangnya laut berarti hilangnya harapan,” tambah seorang tokoh masyarakat pesisir.

Massa aksi mendesak Wali Kota Surabaya untuk mengambil sikap tegas dengan menghentikan rencana reklamasi. Menurut mereka, proyek tersebut lebih banyak menguntungkan pihak pengembang dibanding masyarakat luas. “Kami bukan anti pembangunan, tapi Surabaya harus membangun dengan cara yang ramah lingkungan, bukan merusak,” tegas salah satu orator.

Selain itu, para demonstran menyerukan solidaritas seluruh warga Surabaya untuk menolak reklamasi. Mereka menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya urusan nelayan, melainkan juga menyangkut masa depan ekologi, ruang hidup masyarakat, serta keberlanjutan kota. “Kalau pesisir hilang, maka semua warga Surabaya akan ikut menanggung akibatnya,” tutup perwakilan massa aksi. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.